Belajar Adobe Premiere Pro Tentang Teknik Dasar Editing Video

1.Membuka Lembar Baru Adobe Premier


Layaknya menggunakan program-program lainnya yang ada dikomputer. Membuka lembar baru Adobe Premier juga cukup mudah. Kalian tentunya sudah pernah membuka program-program seperti Microsoft word, Microsoft PowerPoint, Corel Draw, dan lain sebagainya, langkah dalam membuka program editing video ini juga tidak jauh berbeda dengan cara membuka program-program yang saya sebutkan tadi. Ikuti langkah berikut untuk membuka lembar kerja pada Adobe Premier.

2. Buka Aplikasi Adobe Premier Pro.

Kamu sudah harus mempunyai aplikasi Adobe Premier Pro bila ingin menggunakannya. Bila belum kamu bisa segera mendownload dan menginstalnya.
Setelah Program Terbuka, Klik Menu “New Project”. Pilihan new project ini digunakan untuk membuat proyek baru. Selain menu new project juga terdapat menu Open Project yang digunakan untuk melanjutkan hasil editing video yang sebelumnya telah kita buat atau kerjakan.
Ganti Nama Project di Menu General. Setelah klik new project muncul tampilan menu General, pada bagian ini ganti nama project pada kolom name dan atur lokasi penyimpanan agar mudah ditemukan.
Klik Menu Scratch Disk untuk Mengatur Lokasi Penyimpanan. Pada menu ini yang terletak disebelah menu General atur lokasi penyimpanan yang diinginkan. Di menu Acratch Disk sendiri terdiri dari empat opsi yang terdiri dari Captured Video, Captured Audio, Video previews, dan audio previews ganti lokasi penyimpanan dengan mengklik tombol “Browse” untuk menempatkan pada folder yang dipilih untuk menyimpan hasil editing video.
Setelah mengganti nama pada menu general dan mengubah lokasi penyimpanan pada Scractch Disk, kemudian klik OK.
Kita lanjut pada langkah selanjutnya setelah kita klik OK, akan muncul kotak dialog lagi. Pada tahap ini kita hanya perlu mengubah nama video yang diinginkan pada kolom Sequence Name. Projectpun siap digunakan untuk proses editing.
Mengimport Foto, Video, dan Audio
Nah setelah berhasil membuat lembar kerja atau project baru pada Adobe Premier Pro, tentunya kamu ingin segera berkreasi menggunakan dan mengisi lembar kerja tersebut bukan. Kamu bisa memulai lembar kerjamu dengan memasukan gambar, musik, atau konten lainnya ke dalam lembar kerja. Proses ini disebut dengan mengimport media, kamu bisa mengikuti langkah-langkah di bawah untuk mengimport media ke dalam projectmu:

Klik kanan pada lembar kerja projectmu, kemudian klik import.
Setelah kamu klik pilihan Import akan tampil dialog, yang mana kamu bisa memilih jenis media apa saja yang kamu ingin masukan dalam projectmu.
Pilih media apa yang saja yang kamu inginkan seperti foto, audio, dan video. Setelah kamu telah menentukan pilihan konten yang akan kamu import, langkah selanjutnya adalah klik OK.
Setelah itu otomatis konten media akan masuk ke dalam lembar projetmu.
Selanjutnya kamu tinggal mendrag dan menaruh media yang kamu import tadi ke dalam lembar editing video.
Proses import mediapun telah selesai dilakukan.
Menyesuaikan pada Layer
Setelah berhasil mengimport media, kita juga harus menyesuaikan ukuran media tersebut ke dalam lembar editin agar tidak kebesaran ataupun kekecilan. Tidak etis bukan bila media yang diimport tidak sesuai dengan lembar editing karena akan menjadi rancu dan tidak indah dipandang. Oleh karenanya, kita perlu menyesuaikannya pada lembar editing video dengan cara:

Klik media yang ingin disesuaikan ukurannya dengan layer editing. Setelah itu klik kanan.
Setelah klik kanan akan muncul beberapa pilih menu, dan klik menu Scale to Frame Size.
Otomatis media yang dipilih akan menyesuaikan ukuran layer editing.
Proses penyesuain media dengan layer editingpun berjalan dengan baik dan kita bisa berkreasi lagi dengan layer editing video.
Memotong Durasi Video
Editing video merupakan proses mengedit suatu video agar sesuai dengan konsep awal pembuatan video. Selama proses pengambilan video tentu tidak semua hasil rekamannya bagus, ada video yang durasinya terlalu lama dan diluar konsep kita. Disinilah kita harus memotong video agar tidak mengganggu kelancaran adegan lain yang telah dikonsepkan dengan cara memilih menu tools razor pada Panel Tools, atau tekan tombol C pada keyboard, dan tentukan daerah yang ingin dipotong. Potong pada daerah yang ingin dipotong, hasilnya video akan menjadi dua bagian.

Cara Menghapus Video
Tidak semua hasil rekaman video memuaskan dan bagus. Oleh karenanya kita harus menghapus rekaman video yang mempunyai kualitas buruk dengan cara klik kanan pada bagian video yang ingin dihapus kemudian pilih clear. Bagian yang tidak ingin ditampilkanpun sukses terhapus dari video.

3. Memberi Teks Video
Video akan lebih mudah dipahami bila editor menyediakan teks didalamnya sehingga penonton bisa lebih memahami dan mendalami isi video yang disampaikan. Cara menyisipkan teks dalam videopun juga cukup mudah, yaitu:

Pilih menu title di Top Menu.
Setelah itu, klik New Title, akan muncul 3 pilihan setelah kita mengklik New Title antara lain default still untuk menampilkan teks diam, default roll untuk teks bergerak vertikal, dan default crawl untuk teks bergerak secara horisontal. Kemudian pilih default mana yang kita inginkan. Kemudian klik OK dan tulis title yang diinginkan.
4. Memberi Efek Transisi
Efek transisi digunakan untuk mempercantik video yang bisa dilakukan dengan cara Klik menu Effect, dan pilih video transition. Kemudian pilih jenis effect yang diinginkan dan drag pada video yang akan diberi efek transisi.

5. Me-Render Video
Render merupakan tahap akhir dalam editing video dan bisa mempengaruhi kualitas video saat dieksport. Kita bisa merender hasil editing dengan cara mengklik menu Sequence di Top Menu, lalu pilih render effect in work area. Hasil editingpun berhasil dirender.

Mudah bukan belajar editing khususnya editing menggunakan program Adobe Premium. Kunci sukses agar mahir editing hanya satu yaitu belajar dan terus berlatih. Asah kemampuan editingmu dengan memperbanyak latihan editing video dengan begitu kamu akan semakin mahir dalam mengedit video. Selamat belajar editing dan berkreasi dengan video editing.

Cara Membuat Video Stop Motion yang Sederhana tapi Keren

Apakah Yang Disebut Dengan Stop Motion?
Masihkah ada yang belum paham betul mengenai stop motion? Yang dimaksudkan degan stop motion adalah sebuah film animasi yang tersusun dari banyak sekali gambar atau foto yang kemudian digabungkan menjadi sebuah cerita keseluruhan. Stop motion merupakan proyek digital yang akan menunjukkan teknik bercerita yang lain daripada yang lain. Berbeda juga dengan teknik animasi biasa, stop motion biasa juga disebut sebagai film berseri yang digerakan secara berurutan sesuai dengan tema yang telah disusun. Singkatnya, film stop motion adalah merupakan foto berseri yang digerakkan dan menyusun sebuah cerita.

Untuk membuat film stop motion ini terlihat bagus maka kita sudah tahu rahasianya, yakni dengan menggunakan kamera yang canggih. Tetapi walaupun demikian tidak berarti kita tak bisa membuat video stop motion dengan menggunakan kamera biasa lho ya! Asalkan kita tahu trik dan tekniknya, maka semuanya jadi sangat mudah dan menyenangkan.

Bahkan tanpa perlu menggunakan kamera yang canggih dengan harga mahal kita sudah bisa merekam video stop motion, cukup dengan menggunakan kamera ponsel, apalagi jika ponselnya merupakan seri fotografi, hasil video stop motion yang kita ambil pasti bagus sekali. Supaya makin ciamik, ingat bahwa menjaga konsistensi pencahayaan dan juga letak kameranya harus oke, supayananti ia bisa menjaga konsistensi pencahayaan yang sedikit sulit, serta mengusahakan supaya gerak objek terlihat lebih halus dan semakin mendekati nyata.

Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk membuat video stop motion yang bagus dan enak dilihat, berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dilakukan. Jika ingin membuat film atau sekadar video, pasti kita harus menyiapkan konsepnya terlebih dahulu. Dari mulai tema yang akan kita ambil, alur ceritanya sampai bagaimana proses editingnya harus sudah kita rencanakan sejak awal.

Maksudnya adalah supaya kita bisa tetap fokus menggarap video sesuai dengan rules yang sudah dibuat dan tidak melenceng terlalu jauh dari rencana awal yang kita buat. Nah, setelah menyiapkan tema maka sekarang saatnya kita memilih objek yang akan kita ambil fotonya, usahakan untuk menggunakan objek yang bisa diatur dengan luwes supaya hasilnya nanti terlihat lebih alami. Kemudian jangan lupa untuk melengkapi adegan per adegan dengan menggunakan background yang bagus supaya ceritanya semakin hidup.

Setelah kita memiliki objek yang akan difoto, maka siapkan kamera supaya selalu berada dalam posisi yang ready dan stabil. Untuk jenis kameranya bisa menggunakan kamera jenis dan tipe apa saja, yang paling penting adalah pencahayaannya harus konsisten dari foto ke foto, tak boleh berbeda supaya hasilnya lebih sempurna dan enak dilihat.

Letak kamera juga sama pentingnya dengan pencahayaan yang selalu stabil, kamera yang tetap diam di tempat dan tak berubah-ubah sudut pengambilannya walau hanya beberapa milimeter sekalipun akan membuat film stop motion yang kita buat terlihat lebih nyata. Cara untuk membuat kamera tetap stabil adalah dengan menggunakan bantuan dari tripod atau kaki tiga.

Setelah kamera ready, pencahayaan juga oke, maka kita bisa mulai memotret objek. Pindahkan dan gerakkan objek sesuai dengan urutan-urutan cerita yang telah kita susun. Setiap menggerakkan objek, ambil satu foto dan begitu seterusnya sampai tersusun satu adegan yang sempurna. Kemudian setelah objek difoto sampai selesai, maka kita tinggal memilih foto mana saja yang bisa kita gunakan untuk film stop motion. Yang bagus masukkan ke dalam film, yang kurang menarik bisa dibuang dan kemudian diambil lagi fotonya alias memotret ulang. Pastikan kita mengingat seperti apa posisi objek yang kita foto tadi supaya bisa menyempurnakan hasilnya.

Pentingnya Proses Editing Dalam Stop Motion
Setelah selesai dengan rangakaian pemotretan adegan per adegan pada objek, maka saatnya kita menggabungkan semua foto dan melakukan tahapan editing alias penyuntingan. Kita bisa menggunakan berbagai jenis perangkat lunak penyuntingan yang bisa kita unggah di internet, misalnya saja adalah Window Movie Maker. Software yang satu ini lebih praktis dan mudah untuk digunakan, cocok untuk pemula.

Bagaimana cara untuk mengeditnya? Pertama-tama klik “Add videos and photos” untuk mengimpor semua foto yang telah kita sortir. Kemudian apabila semua foto sudah disortir dengan baik, maka proses impor akan berlangsung dengan mudah karena kita tak perlu berlama-lama memilih foto lagi. Nah, setelah semua foto yang kita pilih berpindah ke Window Movie Maker, maka pilihlah semua foto dan pilihlah durasinya masing-masing. Setiap foto bisa diatur lama kemunculannya dalam video, misalnya 0,03 sampai dengan 0,1 detik.

Tipsnya, pilihlah durasi yang lebih lama untuk sebuah adegan yang membutuhkan tulisan atau subtitle supaya ada jeda bagi pemirsa untuk membaca tulisannya dan memahami cerita dengan lebih baik. Kemudian jangan lupakan juga keberadaan musik di latar belakang atau berbagai efek suara lainnya.

Kemudian setelah semua proses editing selesai dan kita sudah mendapatkan rangkaian foto yang lengkap untuk dijadikan film, maka tugas kita yang terakhir adalah membungkus semua rangkaian tersebut menjadi sebuah film. Caranya adalah dengan menggerakkan kursor ke tab “Save Movie” dan setelah itu kemudian klik “For Computer”. Kemudian kliklah save dan jadilah video stop motion hasil karya kita sendiri!

Tetapi karena kita menggunakan software Windows Movie Maker maka secara otomatis file yang dihasilkan akan berformat WAV. Akan tetapi, tak perlu khawatir, sebab hampir semua pemutar video bisa membuka file dengan format yang satu ini. Apabila merasa Window Movie Maker kurang memuaskan hasilnya, maka kita bisa memilih software lainnya yang bisa digunakan untuk mengedit video, misalnya saja FotoMorph, Aurora Animasi 3D Maker, Abrosoft FantaMorph Pro,Animator, Pivot Stickfigure, AnimatorDV Simple dan lain sebagainya.

Bagaimana? Tidak sulit ya untuk membuat film stop motion? Yang sulit adalah mengumpulkan niat untuk memulainya. Apalagi sebagai pemula selalu saja dibayangi rasa takut dan khawatir jika mendapatkan kesulitan dalam setiap prosesnya. Padahal setiap halangan dan rintangan yang kita temui saat mencoba hal yang baru akan menjadi pembelajaran kita untuk semakin mahir ke depannya. Selamat mencoba!